Indonesia Salip Korea Selatan dalam Minat Baca, Gramedia Optimistis Ekspansi Toko Buku
Kompas.com (filantropis.id) – Indonesia menempati peringkat ke-31 dunia dalam daftar negara dengan tingkat membaca tertinggi versi CEOWORLD Magazine. Rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan waktu membaca sekitar 129 jam per tahun atau setara dengan hampir enam buku setiap tahun.
Capaian tersebut dinilai sebagai sinyal positif bagi perkembangan literasi nasional. Director Corporate Secretary Gramedia, Yosef Adityo, menyebut angka ini menunjukkan kebiasaan membaca masyarakat Indonesia cukup baik, bahkan melampaui Korea Selatan.
Selain itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 juga menunjukkan peningkatan minat baca di kalangan generasi Z yang mencapai lebih dari 72 persen. Hal ini semakin memperkuat optimisme industri buku di dalam negeri.
Melihat tren tersebut, Gramedia berencana terus melakukan ekspansi dengan membuka toko buku baru di berbagai daerah. Hingga saat ini, jaringan Gramedia telah mencapai 148 toko yang tersebar di seluruh Indonesia.
Perusahaan juga mengembangkan konsep toko yang lebih modern dan interaktif, seperti Gramedia Jalma yang mengusung ruang komunitas dan interaksi sosial. Konsep serupa direncanakan akan hadir di Semarang dengan ruang yang lebih luas untuk mendukung aktivitas literasi masyarakat.
Selain ekspansi fisik, Gramedia juga terus berinovasi melalui konsep toko baru seperti Makarya dan Prose & Petals guna menyesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup pembaca masa kini.
Temuan ini menunjukkan bahwa di tengah perkembangan teknologi digital, budaya membaca di Indonesia masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang, terutama dengan dukungan akses dan inovasi yang berkelanjutan.
