Internasional

Iran Kirim Proposal Perdamaian, Trump Nilai Tuntutannya Terlalu Berat

filantropis.id, Iran mengajukan rencana perdamaian yang terdiri dari 14 poin melalui mediator Pakistan. Proposal tersebut mencakup sejumlah tuntutan, seperti pencabutan sanksi terhadap Iran, penarikan pasukan Amerika Serikat dari kawasan Timur Tengah, serta penghentian blokade yang berdampak pada jalur perdagangan penting, termasuk Selat Hormuz.

Selain itu, Iran juga meminta pencairan aset yang dibekukan serta kompensasi atas dampak konflik. Negara tersebut bahkan memberikan tenggat waktu sekitar 30 hari bagi Amerika Serikat untuk merespons usulan tersebut.

Meski demikian, Trump menyatakan masih mempelajari proposal tersebut, namun ia mengaku sulit membayangkan kesepakatan itu dapat diterima. Ia menilai tuntutan Iran terlalu berat dan belum menyentuh isu utama yang menjadi perhatian Washington, yakni program nuklir Iran.

Di sisi lain, situasi di kawasan Teluk semakin memanas. Iran dilaporkan memblokade Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi energi dunia. Akibatnya, ratusan kapal tertahan dan mengganggu pasokan global, termasuk lonjakan harga minyak.

Sebagai respons, Amerika Serikat berencana menjalankan operasi untuk membantu kapal-kapal yang terjebak agar dapat melintas dengan aman. Langkah ini disebut sebagai upaya kemanusiaan sekaligus menjaga stabilitas perdagangan internasional.

Meski terdapat sinyal pembicaraan yang disebut “positif”, kedua negara masih memiliki perbedaan besar, terutama terkait program nuklir dan syarat penghentian konflik. Negosiasi pun masih berlangsung tanpa kepastian hasil akhir.

Hingga kini, peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran masih belum jelas. Perbedaan kepentingan yang tajam membuat proses negosiasi diperkirakan akan berjalan alot dalam waktu dekat.

Dilansir dari Mirror

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *