EkonomiInternasional

Dolar AS Tembus Rp17.630, Rupiah Tertekan di Pasar Keuangan

(filantropis.id) Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan terbaru, mata uang Paman Sam dilaporkan menembus level Rp17.630 di pasar keuangan.

Dilansir dari CNBC Indonesia, pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya tekanan eksternal, termasuk penguatan indeks dolar AS dan kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi global.

Kenaikan dolar AS juga dipengaruhi ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang masih bertahan lebih lama. Kondisi tersebut membuat investor cenderung menarik dana dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk dialihkan ke aset berbasis dolar.

Selain faktor global, sentimen domestik turut memengaruhi pergerakan rupiah. Pelaku pasar disebut mencermati kondisi defisit transaksi berjalan, arus modal asing, hingga perkembangan kebijakan fiskal dan moneter nasional.

Level Rp17.630 menjadi salah satu titik terlemah rupiah dalam beberapa waktu terakhir. Pelemahan ini turut berdampak pada berbagai sektor, terutama impor bahan baku, harga barang konsumsi, dan biaya utang berdenominasi dolar AS.

Bank Indonesia sebelumnya menegaskan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar valuta asing dan kebijakan moneter yang diperlukan. Pemerintah juga disebut memantau perkembangan pasar keuangan global untuk meredam dampak volatilitas terhadap ekonomi domestik. (cnbcindonesia.com

Dilansir dari CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *