Analisis Pakar: Pertemuan Trump dan Xi Jinping Disebut Berpengaruh pada Taiwan hingga Konflik Iran
(filantropis.id) Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing disebut membawa dampak besar terhadap dinamika geopolitik global, khususnya terkait konflik Iran dan ketegangan di kawasan Taiwan.
Dilansir dari detikNews, pakar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, menilai pertemuan kedua pemimpin negara adidaya tersebut dapat membantu menjaga stabilitas dunia. Menurutnya, komunikasi langsung antara Washington dan Beijing penting untuk mencegah kesalahpahaman di tengah rivalitas kedua negara.
Teuku menyebut Amerika Serikat membutuhkan dukungan China untuk menekan Iran, terutama terkait isu senjata nuklir. Ia menilai China berpotensi menjadi mediator dalam upaya meredakan konflik antara AS dan Iran.
“China memahami kepentingan Amerika Serikat, namun tetap akan menyesuaikannya dengan kepentingan nasional mereka sendiri sebelum dikomunikasikan kepada Iran,” ujar Teuku.
Di sisi lain, Teuku menilai hubungan hangat Trump dan Xi Jinping dapat memengaruhi posisi Amerika Serikat terhadap Taiwan. Ia mengatakan AS kemungkinan akan semakin berhati-hati dalam memberikan dukungan militer kepada Taiwan karena melihat peningkatan kekuatan China dari sisi ekonomi, diplomasi, hingga pertahanan.
Menurutnya, langkah paling aman bagi AS saat ini adalah menahan Taiwan agar tidak mendeklarasikan kemerdekaan serta membatasi kunjungan pejabat tinggi Amerika ke wilayah tersebut.
Pertemuan Trump dan Xi Jinping sendiri berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan global, termasuk perang Iran dan isu Taiwan yang menjadi salah satu titik sensitif hubungan AS-China. Dalam sejumlah laporan media internasional, Xi Jinping disebut memperingatkan potensi konflik jika isu Taiwan tidak ditangani dengan hati-hati.
Dilansir dari detikNews
