Iran Desak Akhiri Perang dalam 30 Hari, Trump Ragukan Kesepakatan
filantropis.id, Iran menawarkan rencana berisi 14 poin yang bertujuan menghentikan perang secara menyeluruh, bukan sekadar memperpanjang gencatan senjata. Proposal ini juga menjadi respons terhadap rencana sebelumnya dari pihak Amerika Serikat.
Dalam usulan tersebut, Iran meminta sejumlah syarat, termasuk pencabutan sanksi ekonomi, penghentian blokade laut, penarikan pasukan AS dari kawasan, serta penghentian berbagai konflik di wilayah lain seperti Lebanon.
Presiden Donald Trump menyatakan tengah meninjau proposal tersebut, tetapi meragukan bahwa kesepakatan bisa dicapai. Ia menilai tuntutan Iran kemungkinan sulit diterima oleh pihak Amerika.
Di sisi lain, Iran menegaskan tidak akan mundur terkait posisinya atas Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan minyak dunia. Pejabat Iran menyatakan wilayah tersebut berada di bawah kendali mereka dan tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang.
Situasi di lapangan juga masih tegang. Iran sebelumnya membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz, sementara Amerika Serikat merespons dengan blokade terhadap pelabuhan Iran. Ketegangan ini berdampak pada ekonomi Iran, termasuk melemahnya nilai mata uang dan meningkatnya harga barang di dalam negeri.
Meski kedua pihak menyatakan keinginan untuk mengakhiri konflik, perbedaan kepentingan dan tuntutan yang tinggi membuat prospek perdamaian masih belum pasti.
Dilansir dari HuffPost
