Ketegangan AS-Iran Memanas, Gencatan Senjata Rapuh dan Krisis Selat Hormuz Jadi Sorotan
Times of India (filantropis.id), situasi di Timur Tengah masih tegang meskipun sempat diberlakukan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan tersebut hanya bersifat sementara dan belum mampu meredakan konflik secara menyeluruh.
Pusat ketegangan berada di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Penutupan dan pembatasan akses di wilayah ini memicu lonjakan harga minyak global serta kekhawatiran terhadap krisis energi.
Presiden AS Donald Trump disebut memperpanjang masa gencatan senjata, namun tetap mempertahankan tekanan terhadap Iran, termasuk melalui blokade. Ia juga memperingatkan kemungkinan aksi militer lanjutan jika kesepakatan tidak tercapai.
Di sisi lain, Iran menolak bernegosiasi di bawah tekanan dan menuntut pencabutan sanksi serta penghentian blokade sebagai syarat utama dialog. Ketegangan ini membuat proses diplomasi berjalan lambat dan penuh ketidakpastian.
Upaya mediasi internasional juga terus dilakukan. Pakistan sempat terlibat dalam mendorong dialog, sementara negara lain seperti Oman disebut berperan penting dalam upaya meredakan konflik.
Meski ada harapan deeskalasi, situasi di lapangan menunjukkan konflik belum sepenuhnya mereda. Aktivitas militer, ancaman balasan, serta ketegangan geopolitik masih membayangi kawasan dan berpotensi memicu eskalasi lebih luas.
