Teknologi

Mineral Merah Beracun Ditemukan di Makam Kuno 1.900 Tahun, Ini Faktanya

(filantropis.id) – Sebuah temuan arkeologi mengungkap keberadaan mineral merah berbahaya di dalam makam kuno berusia sekitar 1.900 tahun. Penemuan ini terjadi pada situs pemakaman ganda yang diduga berasal dari peradaban Scythia di wilayah Ukraina.

Para peneliti menemukan gumpalan mineral berwarna merah yang dikenal sebagai sinabar. Zat ini merupakan bentuk alami dari merkuri sulfida, senyawa yang dikenal memiliki tingkat toksisitas tinggi.

Digunakan dalam Ritual Kuno

Keberadaan sinabar di dalam makam memunculkan dugaan bahwa mineral tersebut memiliki peran penting dalam praktik budaya atau ritual pemakaman pada masa itu. Dalam beberapa peradaban kuno, bahan ini kerap digunakan sebagai simbol status, pelindung spiritual, atau bagian dari prosesi penguburan.

Makam tersebut diketahui berisi dua individu perempuan, yang diyakini berasal dari kelompok masyarakat nomaden Scythia. Penemuan ini memberikan gambaran baru tentang tradisi dan kepercayaan masyarakat pada masa lampau.

Risiko Beracun yang Tersembunyi

Meski memiliki warna mencolok dan nilai simbolik, sinabar mengandung merkuri yang berbahaya bagi kesehatan. Paparan dalam jumlah tertentu dapat menimbulkan dampak serius, terutama jika terhirup atau masuk ke dalam tubuh.

Temuan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa beberapa praktik kuno yang terlihat estetis atau sakral ternyata menyimpan risiko berbahaya yang belum dipahami sepenuhnya pada zamannya.

Membuka Wawasan Baru Sejarah

Penelitian terhadap makam ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dan menjadi perhatian para arkeolog. Studi lanjutan diharapkan dapat mengungkap lebih jauh fungsi penggunaan mineral tersebut serta kaitannya dengan struktur sosial dan kepercayaan masyarakat kuno.


Sumber: Kumparan Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *