Trump Ultimatum Iran: Ancam Serang Infrastruktur Jika Selat Hormuz Tak Dibuka
Fox News (filantropis.id), Donald Trump memberikan tenggat waktu kepada Iran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz—jalur vital perdagangan minyak dunia. Ia menegaskan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan akan berujung pada serangan terhadap fasilitas energi, termasuk pembangkit listrik dan infrastruktur transportasi.
Trump bahkan menyebut bahwa serangan bisa dilakukan secara luas dan simultan terhadap berbagai target strategis. Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya negosiasi yang masih berlangsung melalui mediator internasional, termasuk Pakistan, guna mencapai gencatan senjata sementara.
Selain ancaman militer, konflik di kawasan juga terus memanas. Serangan udara dan rudal masih terjadi antara Iran dan Israel. Dalam salah satu insiden terbaru, serangan Iran ke wilayah Haifa dilaporkan menewaskan sejumlah warga sipil setelah bangunan tempat tinggal runtuh.
Sementara itu, pemerintah AS disebut mulai memperluas target serangan ke infrastruktur strategis Iran, termasuk jembatan besar yang dinilai penting untuk mobilitas militer dan logistik.
Di sisi lain, terdapat proposal gencatan senjata yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan dilanjutkan dengan negosiasi lanjutan selama beberapa minggu. Namun hingga kini, Iran belum menyatakan persetujuan terhadap rencana tersebut.
Situasi ini menempatkan konflik pada fase krusial, di mana keputusan Iran terkait Selat Hormuz dapat menentukan apakah konflik akan mereda atau justru semakin meluas.
